Optimalisasi sumber pendapatan
Optimalisasi PNBP guna memperkuat ketahanan fiskal dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Mengoptimalkan penerimaan negara, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan kualitas layanan untuk ketahanan fiskal Indonesia.
Gambaran besar
PNBP 2027 ditargetkan Rp517,41 T atau terkontraksi 10,0% dari outlook 2026, terutama karena penerimaan Sisa Surplus Bank Indonesia pada 2026 tidak berulang.
Klik kartu untuk membuka grafik dan uraian lengkap
Kerangka pengelolaan
Mengoptimalkan penerimaan negara, memperbaiki tata kelola, dan meningkatkan kualitas layanan untuk mendukung ketahanan fiskal serta kebijakan strategis nasional.
Optimalisasi PNBP guna memperkuat ketahanan fiskal dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Mendukung penyelenggaraan pemerintah yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Mendukung perbaikan kesejahteraan rakyat, pertumbuhan ekonomi, distribusi pendapatan, dan pelestarian lingkungan hidup.
Mendorong standardisasi, inovasi, digitalisasi, dan simplifikasi untuk layanan publik yang berkualitas, adil, dan merata.
Sumber daya alam Non Migas
PNBP Kementerian/Lembaga
Enam K/L kontributor utama terus memperluas digitalisasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat tata kelola.
RAPBN 2027
PNBP bukan sekadar angka penerimaan. Ia menjadi instrumen untuk menjaga sumber daya, memperbaiki layanan publik, dan mendukung agenda strategis nasional.
