Kebijakan PNBP
RAPBN 2027

Mengoptimalkan penerimaan negara, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan kualitas layanan untuk ketahanan fiskal Indonesia.

Target PNBP 2027517,41Rp triliun
Ketahanan Fiskal
54,8%berasal dari SDA

Gambaran besar

Satu target, empat sumber utama

PNBP 2027 ditargetkan Rp517,41 T atau terkontraksi 10,0% dari outlook 2026, terutama karena penerimaan Sisa Surplus Bank Indonesia pada 2026 tidak berulang.

Klik kartu untuk membuka grafik dan uraian lengkap

Kerangka pengelolaan

PNBP yang kuat, layanan yang lebih baik

Mengoptimalkan penerimaan negara, memperbaiki tata kelola, dan meningkatkan kualitas layanan untuk mendukung ketahanan fiskal serta kebijakan strategis nasional.

01

Optimalisasi sumber pendapatan

Optimalisasi PNBP guna memperkuat ketahanan fiskal dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

02

Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik

Mendukung penyelenggaraan pemerintah yang bersih, transparan, dan akuntabel.

03

Mendukung kebijakan pemerintah

Mendukung perbaikan kesejahteraan rakyat, pertumbuhan ekonomi, distribusi pendapatan, dan pelestarian lingkungan hidup.

04

Mewujudkan pelayanan inklusif dan berkualitas

Mendorong standardisasi, inovasi, digitalisasi, dan simplifikasi untuk layanan publik yang berkualitas, adil, dan merata.

Sumber daya alam Non Migas

Nonmigas menjadi mesin pertumbuhan

Rp153,47T
target SDA nonmigas 8,1%vs Outlook 2026

PNBP Kementerian/Lembaga

Layanan publik sebagai penggerak

Enam K/L kontributor utama terus memperluas digitalisasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat tata kelola.

RAPBN 2027

Ketahanan fiskal yang kuat bersama kualitas layanan.

PNBP bukan sekadar angka penerimaan. Ia menjadi instrumen untuk menjaga sumber daya, memperbaiki layanan publik, dan mendukung agenda strategis nasional.